ARUS PROGO RAFTING

Beranda » Wisata Alam Puncak Suroloyo

Wisata Alam Puncak Suroloyo

Wisata Alam Suroloyo atau Puncak Suroloyo merupakan sebuah tempat di pedalaman ujung barat wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, merupakan daerah tertinggi di Pegunungan Menoreh yang membujur dari utara keselatan yang menjadi perbatasan wilayah Jawa Tengah dan DIY. Sebuah lokasi wisata yang mempunyai ciri khas budaya, panorama, serta ciri khas masyarakat asli Yogyakarta yang lekat akan ” Blangkon ” dan pakaian adat lainnya. Lokasi dekat dengan candi Borobudur dan candi Mendut, serta wisata lain yang wajib anda kunjungi selama stay di Yogyakarta.

Puncak Suroloyo lekat dengan  sebutan tempat dimana bersemayamnya para dewa ( khayangan ) dalam dunia pewayangan, hal ini di yakini oleh masyarakat tanah Jawa hingga sampai saat ini. Tokoh pewayangan yang lekat akan keberadaan tempat ini adalah tokoh Punakawan yang mana di tempat ini terdapat patung punakawan. Puncak Suroloyo memiliki kemiripan dengan kisah gunung Tidar. Jika Gunung Tidar diyakini sebagai pakuning tanah Jawa, maka Puncak Suroloyo diyakini sebagai pusat atau titik tengah pulau Jawa. Keyakinan ini didasarkan pada garis imaginer pulau Jawa. Jika ditarik garis lurus dari Selatan ke Utara dan dari Barat ke Timur, maka titik temunya ada di puncak Suroloyo ini. Tampaknya ada yang mengaitkan suroloyo dengan kisah semar, mengingat di tempat ini terdapat ornamen Semar badranaya. Suroloyo merupakan tempat bersemayamnya para dewa. Dengan mengaitkan Suroloyo dan sosok Semar hendak dikatakan bahwa puncak suralaya ini diyakini sebagai kahyangan, tempat berkumpulnya para dewa.

Tempat ini juga mempunyai kaitan sejarah dengan Kerajaan Mataram Islam. Dalam Kitab Cabolek yang ditulis Ngabehi Yasadipura pada sekitar abad ke-18 disebutkan bahwa suatu hari Sultan Agung Hanyokrokusumo yang kala itu masih bernama Mas Rangsang mendapat wangsit agar berjalan dari Keraton Kotagede ke arah barat. Petunjuk itupun diikutinya. Sampailah ia di puncak Suroloyo ini. Karena sudah menempuh jarak sekitar 40 km, Mas Rangsang merasa lelah dan tertidur di tempat ini. Pada saat itulah, Rangsang kembali menerima wangsit agar membangun tapa di tempat dia berhenti. Ini dilakukan sebagai syarat agar dia bisa menjadi penguasa yang adil dan bijaksana. Jadilah beberapa peninggalan yang masih ada hingga sekarang ini.

Setiap pergantian tahun Jawa, atau setiap malam satu Suro tempat ini di adakan acara ritual dari masyarakat dan Keraton Yogyakarta, ritual tersebut menjadi agenda tahunan yang mana selalu di hadiri oleh ribuan masyarakat dari berbagai penjuru tanah Jawa.

Selain adat dan budaya yang masih sangat kental, Puncak Suroloyo juga memberikan pemandangan yang sangat luar biasa. Saat ini telah dibangun sebuah desa wisata bagi para wisatawan yang ingin belajar dan sejenak tinggal berbaur dengan masyarakat asli Yogyakarta. Terdapat 3 gardu Pandang, yakni puncak Suroloyo, Puncak Sariloyo, Puncak Kaendran. Dari puncak tersebut anda dapat menikmati panorama pemandangan 4 gunung besar  pulau Jawa yakni gunung Sindoro, Sumbing, Merapi dan Merbabu serta anda dapat melihat indahnya candi Borobudur dari tempat ini. Wisata alam Puncak Suroloyo juga menawarkan cottage traditional, terbuat dari anyaman bambu yang tradisional namun telah dikemas secara modern bagi anda yang ingin bermalam di sini. Cottage terletak di sekitar patung Punokawan dan tersebar di pinggiran bukit, sebuah hal yang alami tradisional dan memberikan pemandangan negeri siatas awan, negerinya para dewa pewayangan. Anda berminat ? silahkan menghubungi kontak kami yang tersedia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: